Aku Ga Suka Bulan Ke Empat


Ah.

Aku ingat
Waktu kaka pinjamkan buku itu untuk aku. Berhari-hari ga dibawa, eh malah aku yang ngacem “kalo ga dibawa lagi pokoknya harus beliin aku permen.” Esoknya kaka bawa buku itu dengan memberikannya sendiri ke kelasku dengan dua buah permen. Ahaha lucunya, sebenarnya buku itu hanya sebuah cara agar aku bisa dekat dengan kaka.

Aku juga ingat
Ketika semua teman-temanku bersalaman dengan kaka, dan mengapa hanya aku yang digenggam lama, sekitar satu menit setelah kaka bilang “ih tangannya dingin banget.” Disitu aku berterimakasih pada penyakit paru-paru basah ini telah lama menempati tubuhku dari kecil. Didepan teman-temanku tanpa sadar kaka masih menggenggamnya.

Aku selalu ingat
Ketika kaka lihat keringatku yang berucucur cukup deras saat sedang latihan baris berbaris, kaka pergi ke kantin membeli sebungkus tisu paseo kecil, ah aku ingat merknya, untuk mengelap keringatku secara langsung. Dan ketika yang lain juga memintanya, kaka malah kasih tisu itu ke mereka untuk mengelap keringatnya sendiri. “Se special itu kah aku?” pikirku kala itu.

Aku masih ingat
Saat itu aku sedang tidak enak badan dan tidak mampu untuk ikut latihan, kaka sebagai ketua organisasi membiarkan aku duduk saja hari itu. Aku sedang asik menonton teman-teman latihan, kaka datang dengan berkata “mana sini coba liat, panas ga?” sambil mendaratkan punggung tangan kaka di keningku yang sebenarnya tidak panas. Padahal disana ada 3 orang teman kaka yang duduk tidak jauh dariku. Kaka berhasil buat aku terdiam kaku.

Aku sangat ingat
Ketika kita berkesempatan pulang bersama, kala itu teman-temanku meninggalkanku, hujan pula hari itu. Tempat aku duduk di jok belakang motormu dipenuhi rintikan air hujan. Spontan aku berkata, “yaahh basah.” Dengan volume suara yang benar-benar kecil, tidak ada sedikit pun niatku agar terdengar seperti kode agar kaka bertindak sebagai mana mestinya. Entah apa yang ada dipikiran kaka, kaka langsung berdiri dan menghapuskan air itu dengan celana yang kaka pakai, mengelap dari belakang kedepan.

Aku benar-benar ingat
Kaka rela membatalkan rencana untuk pulang bersama teman kaka demi untuk mengantar aku membeli jam dinding untuk kelasku. “nanti jadi kan?” itu yang kaka bilang saat kita berpas-pasan di tangga sekolah. Tanpa pikir panjang, “iya.” Hanya itu yang mampu keluar dari mulut seorang perempuan yang sedang deg deg an di tengah kerumunan warga sekolah.

Entahlah, apa kaka juga merasakan hal yang sama. You treat me like your girlfriend selama tiga bulan. Ya, aku amat sangat ingat cara kaka memperlalukan aku seperti someone specialnya kaka. Sampai pada bulan ke empat, waktu dimana aku berhasil mendengar berita yang satu sekolah pun sudah tahu, kaka kembali kepada masa lalu. “Mawar, ka Rama balikan sama ka Kayla?” Aiiisshhh teman-temanku sangat tidak tahu kondisi. Untuk apa bertanya tentang suatu hal yang sudah jelas faktanya. Caption Instagram Ka Kayla bertuliskan ‘My World’ dan disana terpajang jelas gambar sosok ‘manusia 3 bulannya Mawar’. Terimakasih 3 bulannya. Sukses :).

Salam Hormat,
Juniormu..

-Nabila Marwah


Komentar

  1. Cerita nya simple, bagus..

    mampir balik yaa..

    www.kyndaerim.com

    Makasiih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih banyak ^^, oke saya mampir hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

How Can I ? (one shoot)

I'll be fine