Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Aku Ga Suka Bulan Ke Empat

Ah. Aku ingat Waktu kaka pinjamkan buku itu untuk aku. Berhari-hari ga dibawa, eh malah aku yang ngacem “kalo ga dibawa lagi pokoknya harus beliin aku permen.” Esoknya kaka bawa buku itu dengan memberikannya sendiri ke kelasku dengan dua buah permen. Ahaha lucunya, sebenarnya buku itu hanya sebuah cara agar aku bisa dekat dengan kaka. Aku juga ingat Ketika semua teman-temanku bersalaman dengan kaka, dan mengapa hanya aku yang digenggam lama, sekitar satu menit setelah kaka bilang “ih tangannya dingin banget.” Disitu aku berterimakasih pada penyakit paru-paru basah ini telah lama menempati tubuhku dari kecil. Didepan teman-temanku tanpa sadar kaka masih menggenggamnya. Aku selalu ingat Ketika kaka lihat keringatku yang berucucur cukup deras saat sedang latihan baris berbaris, kaka pergi ke kantin membeli sebungkus tisu paseo kecil, ah aku ingat merknya, untuk mengelap keringatku secara langsung. Dan ketika yang lain juga memintanya, kaka malah kasih tisu itu ke mer...

I'll be fine

“ Apa yang sering kamu lakukan ketika sedang sendiri? ” Tanya Pembawa acara talkshow salah satu televisi swasta Indonesia. “Berbicara pada tembok.” Jawabku. “Berharap ada yang mendengar?” tanyanya memastikan. “Tidak.” “Hal apa yang sering kamu bicarakan pada tembok?” Tanyanya yang masih penasaran. “Macam-macam sih. Masa lalu, masa depan, masa sekarang, halusinasi.” Jawabku padat, kupikir sudah terjawab. “Lalu apa yang kamu dapat dari berbicara pada tembok? Ia tak dapat mendengar, juga bicara. Sekali pun kamu curhat, apa ia dapat memberi saran dan masukan seperti kebanyakan orang?” Pertanyaan meragukan ini sering kali ia tanyakan. “sebab ia tak dapat mendengar dan bicara, makanya aku pilih tembok untuk menjadi tempat pengungkap rasa. Dia tak akan kasih tau siapa-siapa tentang apa yang aku ceritakan. Aku juga tertuntut untuk selalu berpikir sendiri, seperti ajang mendewasakan diri. Setidaknya tidak merepotkan manusia lain.” Pembawa acara itu tersenyu...