Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

1 Jam bersama Manusia

Ini kisahku dan Si pembuat sajak amatiran. Entah apa yang membuat aku, cewek super duper absurd, abnormal, terputus urat malu, dan tersinting satu sekolah dapat bersanding dengan "pesajak spontan", ku sebut ia sebagai pembuat sajak spontan karena ia mampu membuatnya dengan tulisan berasa bukan hanya tulisan berkata, kan sotoy kan bahasaku kan. Sebenarnya aku malu ketika sedang bertemu dia. Aku merasa seperti orang bodoh, sangat amat bodoh sekali banget very very much mwah deh. Kata orang sih grogi, tapi ngga ah, emang akunya yang anu. "Kakakku bilang, yang ngerti arti dari sajak itu cuma Si pembuat dan orang yang dituju." ucapku sesaat setelah menyeripit secangkir teh hangat. "Menurut gua, semua orang itu ngerti arti sajak, cuma setelah baca aja bakal beda artinya sesuai pemahamannya masing-masing." tanggapannya sambil menggenggam gaggang cangkir kopi kesukaannya. Kopinya yang dia suka bukan cangkirnya. "ooohh iya iya, Inshaa Allah ngerti....